Oke, hanya menyampaikan apa yang ada diisi kepala saat ini, pemahaman industri sepak bola Indonesia di era modern tak ter-elakan, dengan tumbuhnya prestasi negara-negara lain yang semakin meningkat maka kini kita pun dituntut mau tidak mau, suka tidak suka ikut menerapkannya.

Untuk melawan sepak bola modern saat ini sangat sulit, karena kita tahu industri sepak bola sekarang bukan hanya sekedar hiburan semata, melainkan bisnis. Ya bisnis, bisa dibilang suatu industri yang mengerikan, bisa melejit pesat atau bisa gulung tikar cepat. Dimana suporter tidak hanya diberlakukan sebagai pendukung saja tapi sebagai customer juga yang berperan penting untuk menghidupi keberlangsungan tim saat ini.

Berkaca pada sebuah kompetisi liga yang akhirnya menerapkan peraturan tidak bolehnya semua tim sepak bola yang dibawah naungan federasi menggunakan anggaran daerah membuat hampir semua tim kalang kabut hingga mengalami kepailitan, tidak sedikit juga tim yang akhirnya menjual saham kepada pihak lain & akhirnya bermunculan tim-tim instan tanpa syarat sejarah.

Lalu bagaimana dengan PERSITA????

Kita tahu tim ini syarat akan sejarah panjangnya, perjuangan tim ini tidak mudah bahkan dibilang tidak istimewa, dari Galatama hingga saat ini, hampir tidak ada piala bergengsi dibawanya hanya terakhir piala pra musim Jusuf Kalla cup. Tim ini pun termasuk salah satu dari banyak tim yang morat-marit saat pelarangan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) masuk ke tim sepak bola. Terbukti hanya tertempel beberapa sponsor BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), Perusahaan & anak perusahaan sang CEO itu berlangsung cukup lama. Tetap bersyukur tim ini masih bisa eksis & bertahan sampai saat ini walaupun mengalami ujian yang sangat berat hingga 8 tahun harus jadi tim musafir. Tak terbayang jika tim ini tidak bertahan & sudah dijual sahamnya ke orang yang salah, mungkin bisa jadi sudah tidak ada lagi nama “Persita Tangerang”.

Singkat cerita awal tahun 2019 saat masih di liga 2 membuat saya,teman-teman, & Mungkin para pecinta tim Persita Tangerang  terkaget, saat tim ini bisa berubah 360° dari segi manajerial tim, dan jadi topik hangat di per sepak bolaan nasional saat itu. Diluar itu, sampai sekarang pun saya tidak tahu siapa orang dibalik Persita saat ini selain CEO yang sekarang.

Ya perubahan yang sangat signifikan, bisa terlihat dari pengelolaannya, yang dulunya bisa dibilang manajerial tim ini “Sapu Jagat” alias itu-itu aja orangnya yang mengurus, tapi saat ini benar-benar bisa terpisah dan menurut saya jauh lebih profesional.

Semua pasti menimbulkan pro & kontra, bisa dibilang masih banyak orang yang berpikiran bisnis itu haram dalam sepa kbola, tapi tidak bagi saya. Disini saya hanya mengatakan apa yang benar, dan apa yang salah menurut saya.

Kembali lagi dengan kata-kata saya di paragraf pertama & kedua, melawan sepak bola modern saat ini sulit, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus ikuti.

Sebagai pecinta Persita Tangerang saat ini jujur saya pribadi masih sangat bersyukur dengan keadaan finansial tim saat ini, diluar prestasi yang anjlok musim ini & dengan banyaknya isu tim-tim lain yang menunggak gaji tapi tidak dengan Persita, walaupun value pemain pas-pasan tapi tidak terdengar tim ini menunggak gaji pemainnya, semua sudah saya klarifikasi sendiri tidak pada 1 sisi manajerial tim saja, tapi sudah ke beberapa pemain di tanyakan & hasilnya Alhamdulillah valid tidak ada keterlambatan gaji. Menurut akun X @goldmind_82, hanya ada 2 tim Indonesia saat ini yang saat ini memiliki manajemen yang benar-benar profesional yaitu Persita & Persebaya, tidak mencampuri urusan keuangan dengan owner tim, & ini saya merasakan pada Persita, meski belanja pemain seadanya karena memang menyesuaikan budget.

postingan dari akun X milik @Goldmind_82
postingan dari akun X milik @Goldmind_82

Saya sendiri termasuk orang yang percaya proses, tidak ingin Persita berprestasi secara instan karena kita tahu tim ini berada lama dalam belenggu salahnya tata kelola tim beberapa tahun lalu. Prestasi harus dikejar tapi harus diimbangi dengan sehatnya finansial tim, karena itu tuntutannya sekarang. Bisa berkaca pada beberapa tim yang hanya mengejar prestasi lokal tapi ambruk segi finansial di musim berikutnya.

Musim ini 2023/2024 merupakan musim yang berat untuk tim berjulukan “Pendekar Cisadane”, menurut  saya ada kesalahan fatal dari tim ini yang memasang target terlalu tinggi berada 5 besar akhir klasemen tahun ini, tanpa diimbangi dengan kondisi finansial saat ini, yang seharusnya manajerial office Persita & manajerial tim bisa sinkron, & akhirnya berdampak pada tingginya tuntutan teman-teman supporter akan prestasi yang dijanjikan. Tidak adanya diskusi sinergi dengan suporter sebelum liga berjalan, dan mengumumkan target saat launching tim, merupakan kesalahan fatal yang berakibat banyak dari suporter tidak mengerti akan kondisi yang sebenarnya pada tim ini. Saat ini berada di posisi 13 klasemen hanya terpaut 5 point dari zona degradasi. Kita terus dukung & doakan tim ini bisa bertahan di kasta tertinggi, apalagi dengan sisa pertandingan musim ini tim Persita harus musafir kembali terkait direnovasinya stadion kebanggaan kita bersama “Indomilk Arena”

Semoga dengan adanya tulisan singkat ini, kita bisa membuat pikiran lebih terbuka untuk bersinergi memperbaiki, memajukan tim secara finansial, prestasi & mempertahankan Marwah “Persita Tangerang” selamanya.

Tahun ini pun adalah tahun politik yang menurut saya pribadi, sepak bola nasional belum bisa jauh dari iklim politik saat ini. Menarik untuk dibahas di pembahasan berikutnya.


Tulisan ini dibuat dari salah satu fans setia Persita Tangerang yang mengamati langsung bagaimana transformasi tim berjuluk Pendekar Cisadane ini menjadi jauh lebih profesional melalui halaman Contribution. Yang namanya disamarkan mengikuti permintaan dari penulis yaitu MR.S.

Bagikan juga sudut pandang milikmu sendiri diwebsite milik suarabelakanggawang.com secara gratis tanpa pemungutan biaya apapun!

Share Articles

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Pinterest

related post

Malam Minggu Kelabu

Menikmati malam Minggu dengan pertandingan sepak bola adalah kenikmatan yang

contribution

Berbagi Karya Seni

Kepada semua penggemar setia Persita Tangerang yang memiliki karya tulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *